Paus Fransiskus, Evangelii Gaudium


Dengan kekayaan ekumenis yang unik, kemudian sedikit dari Busan, pada bulan November 2013, Paus Fransiskus menerbitkan surat Apostolik-nya, Evangelii Gaudium. Di sini kita temukan sudut pandang kenabian pasca-kapitalis yang sama seperti pada dokumen Busan. Bagian berikut menjelaskannya:

“Ada makhluk lemah dan tak berdaya lainnya yang sering berada pada belas kasihan kepentingan ekonomi atau penghisapan tak pandang bulu. Saya bicara tentang penciptaan secara menyeluruh. Kita makhluk manusia bukan sekadar penerima manfaat namun juga pelayan bagi ciptaan lainnya. Berkat tubuh kita, Tuhan telah menautkan kita begitu erat dengan dunia sekeliling kita, hingga kita dapat merasakan pergurunan tanah hampir seperti penyakit ragawi, dan kepunahan suatu spesies sebagai penodaan yang menyakitkan. Mari kita jangan tinggalkan serentetan pembinasaan dan kematian yang akan berdampak pada kehidupan kita sendiri dan generasi-generasi penerus kita.”

Dalam pesannya kepada Pertemuan Roma dari Popular Movements pada bulan Oktober 2014, Paus Fransiskus mengatakan:

“Sistem ekonomi berpusat pada dewa uang juga butuh menjarah alam demi mempertahankan irama hingar-bingar konsumsi yang melekat padanya. Perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, penggundulan hutan, telah menunjukkan akibat yang menghancurkan dari bencana alam yang hebat yang kita saksikan, dan kalian orang-orang yang tinggal dekat pantai-pantai dalam pondok-pondok berbahaya, orang-orang yang sangat rentan secara ekonomi, dalam menghadapi suatu bencana alam, akan kehilangan segalanya. Saudara-saudaraku perempuan dan laki-laki: ciptaan bukanlah milik yang dapat kita buang sesuka hati; apalagi begitu, yang milik beberapa orang, sedikit orang: ciptaan adalah karunia, hadiah, anugerah terindah yang diberikan Sang Pencipta kepada kita agar dijaga dan digunakan untuk kebaikan semua orang, selalu dengan rasa syukur.”

Titik temu ekumenis dari WCC dan Paus Fransiskus menyerukan kepada seluruh umat Kristen dan semua bentuk sosial gereja, bersama dengan komunitas-komunitas iman dan gerakan-gerakan sosial lainnya, untuk membangun suatu gelombang besar bagi keadilan tanah dengan mengatasi sistem kapitalis saat ini secara pribadi maupun bersama-sama, selangkah demi selangkah. Tuhan kehidupan, menuntun kita menuju keadilan dan kedamaian.

Sumber: Bilven & Sihombing, Daniel. (Eds.) Dengarkan Jeritan Bumi! Respons Kristiani atas Krisis Keadilan Ekoligis, hal 91-92. Cetakan 1, Bandung: Ultimus, 2017.